Inilah Sejumlah Negara Yang Melarang Perjudian

Inilah sejumlah negara yang melarang perjudian. Bagi sebagian orang, terutama mereka yang sudah sering lalu lalang di dunia perjudian aktivitas tersebut pasti dipandang menguntungkan. Apalagi jenis judi online, yang sangat mudah dilakukan, praktis, dan bisa menghasilkan banyak uang jika menang taruhan. Namun, pastinya praktek perjudian seperti ini tidak dilegalkan di semua negara di dunia.

Beberapa negara bahkan secara tegas membuat undang-undang untuk melarang praktek tersebut beroperasi. Misalnya negara-negara yang mayoritas masyarakatnya beragama islam. Alasan lain sejumlah negara tidak melegalkan judi juga disebabkan karena tindakan tersebut bisa membawa banyak dampak negatif ketimbang positifnya. Lalu apa saja negara yang melarang perjudian? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini

Bhutan

Bhutan pada dasarnya memang tidak memperbolehkan mesyarakatnya bermain judi. Namun ada satu permainan judi https://dominoqqmu.com/ yang diperbolehkan yaitu lotere. Bagi yang belum tahu, Bhutan ini adalah negara yang letaknya ada di dekat india dan China. Jadi hanya lotere saja yang dilegalkan untuk dimainkan di Bhutan, dan siapa saja yang ketahuan bermain gim selain ini maka bisa dipenjara selama 1 bulan. Oleh karena sangat langka, menyebabkan pemenang lotere di Bhutan bisa dikenai pajak yang tinggi.

Afganistan

Negara yang melarang perjudian selanjutnya adalah Afganistan. Pelarangan judi tersebut diduga sudah ada sejak pemerintahan Taliban. Meskipun pemerintah sudah terang-terangan melarang, nyatanya tidak sedikit penjudi di sana mencoba tetap melakukannya alias melalui bawah tanah. Saat pemerintahan Taliban akhirnya lengser, tetap tidak membuat praktek perjudian di negara tersebut hilang. Pasalnya para penegak hukum diduga masih dapat sokongan kuat dari bandiar judi dengan dalih uang keamanan.

Kepulauan Cayman

Cayman merupakan salah satu negara dengan basis pariwisata. Pendapatan negara tersebut sebagian besar diterima dari pajak usaha kepariwisataan. Namun meskipun menjadi negara yang unggul dalam wisata, tidak membuat Cayman melegalkan praktek perjudian. Cayman sangat menentang para pelaku penjudi sehingga barang siapa yang kedapatan melakukannya bisa dikenakan hukuman kurungan hingga 2 tahun lamanya. Sedangkan bagi mereka yang ketahuan menjalankan bisnis judi bisa diberikan sanksi denda sebesar 400 hingga 500 dollar.

Indonesia

Indonesia menjadi negara yang melarang perjudian selanjutnya. Mayoritas penduduknya yang beragama islam diduga menjadi faktor utama pelarangan tersebut. Adanya larangan judi bahkan telah tertuang jelas dalam undang-undang negara Indonesia. Dalam undang-undang tersebut dituliskan secara jelas hukuman yang diterima pelaku perjudian.

Namun, masyarakat Indonesia masih banyak yang kedapatan mencoba bermain judi meskipun harus sembunyi-sembunyi misalnya secara online. Dengan adanya fakta tersebut, membuat pemerintah Indonesia dengan gencar melakukan pemblokiran terhadap situs-situs perjudian online.

Vatikan

Vatikan juga merupakan salah satu negara yang melarang perjudian. Penduduk negara ini dikenal sebagai pemeluk Kristen katolik yang khusuk. Adanya aturan dalam agama tersebut untuk menjauhkan diri dari perjudian membuat sebagian besar masyakarat Vatikan sama sekali tidak menaruh minat dengan perjudian. Hal ini dikarenakan rasa takut mereka yang sangat besar terhadap hukuman dari Tuhan dan tidak adanya akses untuk melakukannya. Di Vatikan bisa dikatakan sangat jarang terdengar ada praktek perjudian sehingga membuat negara tersebut kesulitan menentukan jenis hukuman yang diterima para pelaku.

Pakistan

Sama seperti Indonesia, mayoritas penduduk Pakisatan juga memeluk agama islam. Dalam ajaran agama islam sendiri, sangat mengutuk perbuatan judi dan ini sudah tertuang dalam al-Quran. Sedangkan Al Quran bahkan menjadi satu-satunya pedoman hidup bagi umat islam. Meskipun sudah dengan tegas dilarang, namun tidak menutup kemungkinan praktek perjudian di negara tersebut tidak terjadi di bawah tangan. Tapi Pakisatan memastikan jika siapa saja yang ketahuan melakukan perjudian baik penduduk lokal maupun wisatawan akan dihukum dengan berat.

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab juga masuk dalam deretan negara yang melarang perjudian. Negara ini bisa dikatakan menjadi basic dari negara-negara islam di dunia. Artinya hukum islam yang dijalankan di negara tersebut bisa jadi yang paling ketat di antara negara-negara islam lainnya di dunia, termasuk dalam hal larangan perjudian. Dulu memang sempat tersiar kabar jika negara ini melegalkan judi kartu.

Namun usut punya usut, sebenarnya yang dianggap sebagai judi kartu itu hanya merupakan sejenis permainan baloot. Baloot merupakan salah satu jenis permainan yang biasa dimainkan oleh orang-orang di negara tersebut sekedar untuk menghabiskan waktu luang. Di Indonesia juga sering ditemukan orang main remi dan yang kalah akan mendapatkan hukuman. Permainan kartu remi ini sama dengan baloot di Uni Emirat Arab. Pelaku perjudian di sana bahkan akan dikenahi denda sebesar 20.000 dirham atau setara dengan 5400 dollar apabila ketahuan melakukannya.

Nigeria

Selanjutnya ada Nigeria yang juga merupakan salah satu negara yang melarang perjudian. Salah satu penyebab adanya larangan perjudian di negara ini adalah skandal para mafia olah raga yang dianggap merusak citra negara tersebut. Para mafia olah raga di negara tersebut diduga kuat menjadi pelaku utama adanya isu taruhan bola berskala besar.

Meskipun begitu, Nigeria masih memfasilitasi perjudian namun dengan skala yang masih cukup terbatas. Negara tersebut dikenal masih menyiapkan 3 lotre nasional serta 3 casino berlisensi resmi. Namun bagi sejumlah penjudi yang ketahuan tidak bermain judi pada tempat yang disediakan pemerintah sudah menyiapkan beberapa hukuman. Mulai dari pidana kurungan selama 3 bulan, atau membayar sejumlah uang sebagai denda.

Itu tadi contoh negara yang melarang perjudian. Dari semua negara tersebut, ada beberapa yang sedikit memberikan kelonggaran sehingga orang-orang masih bisa berjudi walaupun terikat sejumlah persayaratan tertentu. Namun ada juga negara yang sangat tidak memperbolehkan adanya praktek perjudian sama sekali, dan tidak segan memberikan hukuman berat bagi siapa saja yang kedapatan melakukannya.